TKN Minta Fadli Urus Gagalnya Prabowo Ketimbang Bacaan Jokowi

Berita Indonesia Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengkritik cara Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyindir capres petahana Jokowi soal hobinya membaca komik Doraemon. TKN meminta Fadli lebih baik mengurusi kenyataan tentang sederet kegagalan Prabowo ketimbang mengurusi hobi Jokowi.

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menilai pernyataan Fadli yang juga Wakil Ketua DPR itu sebagai adab tak baik, adab jemawa yang hobi meremehkan rakyat.

“Belum selesai dengan kasus puisi yang merendahkan Mbah Moen, kembali Fadli Zon menyindir Presiden dengan bacaannya,” kata Ace dalam pesan singkatnya, Rabu (13/2).

Sebelumnya, Fadli mengaku miris bacaan Presiden Joko Widodo sangat jauh berbeda dengan buku yang biasa dibaca oleh para pendiri bangsa, seperti Sutan Syahrir, Bung Hatta, hingga Hos Cokroaminoto. Menurut dia, baru sekarang ini Indonesia memiliki presiden yang hobi membaca komik.

Ace menilai cara-cara melecehkan dan merendahkan orang lain sebagai adab yg selalu dipertontonkan Fadli Zon. Kata dia, Fadli seperti elite jemawa yang selalu menganggap remeh rakyat.

“Pak Jokowi memang berasal dari kalangan rakyat biasa. Bukan lahir dari kalangan elite. Tapi beliau adalah pemimpin yang dipilih rakyat, bukan karena mendapatkan wahyu keprabon,” ujarnya menegaskan.

Ace mengatakan pemimpin yang lahir dan dibesarkan di kalangan rakyat kebanyakan sangat paham dengan kehendak dan aspirasi rakyat. Hal itu, kata dia, yang dtiunjukkan petahana ketika memimpin.

“Selalu dekat dengan rakyat. Dan kebijakan beliau sejak Wali Kota Solo, Gubernur sampai Presiden juga konsisten membela kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ace justru menilai realitas ini sangat kontras dengan kisah pemimpin yang selalu berambisi berkuasa, yang berkali-kali coba mencalonkan diri tapi ternyata tidak dicintai rakyatnya. Dalam hal ini, Ace menyebut sosok Prabowo Subianto.

“Fadli Zon harusnya belajar dari kisah gagalnya Prabowo mengejar tahta. Prabowo yg sudah gagal berkali kali harusnya mau belajar bukan saja dari buku-buku yang dibacanya, tetapi membutuhkan kearifan memahami apa yang diinginkan rakyat,” ujarnya.

Fadli Zon sebelumnya menyebut telah terjadi tragedi perjalanan bangsa Indonesia ketika pemimpinnya tak rajin membaca dan menulis buku.

“Sejarah kita diisi oleh para pemikir, para pejuang, semua tokoh dari beragam organisasi, baik dari nasionalis, sosialis, dan Islam, semua pemikir mereka adalah pembaca dan penulis sekaligus,” kata Fadli di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Kata Fadli, merujuk pada para pendiri bangsa dulu, harusnya pemimpin memang senang membaca dan menulis. Karena, kata dia, untuk membawa bangsa dan cita-cita tentu mesti tahu arah dan pemikirannya seperti apa melalui tulisan-tulisannya.

“Tapi kalau dia (Jokowi) kan tidak tahu arah,” katanya.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply