Penjelasan Tim Prabowo Sempat Mau Boikot Debat Capres Kedua

Berita Indonesia Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean sempat menyarankan kepada calon presiden Prabowo Subianto memboikot debat capres kedua. Hal ini menyusul keributan para pendukung capres di ruangan debat, Hotel Sultan, Jakarta.

Wakil Direktur Bidang Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengatakan saran boikot sebagai respons serangan calon presiden dari kubu lawan, Joko Widodo.

Hal ini terkait pernyataan Jokowi yang membuka data kepemilikan lahan Prabowo seluas ratusan ribu hektare di dua wilayah. Ferdinand menilai pernyataan Jokowi sebagai serangan pribadi kepada Prabowo. Namun saat itu tidak ada teguran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Saya sarankan beliau (Prabowo) untuk boikot ketika Jokowi nyerang beliau tapi tidak ditegur KPU dan Bawaslu,” kata Ferdinand kepada Tribunnews.today, Selasa (19/2).

Ferdinand ketika itu berada di area debat. Dia mengatakan Prabowo tak setuju dengan usulan boikot tersebut dan memilih mengikuti debat hingga selesai.

“Pak Prabowo bersimpati dan empati, kasihan KPU, kita lanjutkan saja. Akhirnya kita tuntaskan acara debat,” ujarnya.

Ferdinand menyebut kericuhan di ruang debat juga diprovokasi oleh kubu capres nomor urut 01. Mereka meneriaki capres 02 sebagai “tukang bohong”. Sorakan itu dibalas oleh kubu Prabowo dengan sebutan “raja utang” untuk Jokowi.

Saat itu, kata Ferdinand, Prabowo mendekati pendukungnya untuk berusaha menenangkan situasi. Menurut dia, Prabowo tak ingin ada keributan saling sorak di arena debat. “Dia beri isyarat dengan tangan seperti ingin redam,” katanya.

Sebaliknya, Ferdinand justru menilai Jokowi tak beriktikad menenangkan pendukungnya. Dia bahkan menuding Jokowi seolah menikmati keributan tersebut, lantaran jumlah pendukungnya lebih banyak yang datang.

“Pak Jokowi begitu menikmati suasana itu, mungkin dia happy. Karena saya lihat Jokowi tak berusaha untuk menenangkan pendukungnya,” ujar Ferdinand.

Dia berharap KPU sebagai pihak yang membuat aturan debat, bisa bersikap adil dan tegas atas setiap dugaan pelanggaran. Selain itu, Bawaslu juga diharapkan mampu mengawasi keberlangsungan debat.

Kericuhan dalam debat capres kedua terjadi saat jeda antarsegmen, setelah Jokowi menyinggung kepemilikan lahan Prabowo seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah.

BPN Prabowo-Sandi menilai ucapan Jokowi itu melanggar tata tertib debat karena menyerang Prabowo secara personal. Di ruang debat, tim Prabowo langsung melayangkan protes kepada KPU dan Bawaslu.

Dalam rekaman video yang diunggah politikus Partai Demokrat Andi Arief, terlihat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi sejumlah anggota BPN yang sedang melayangkan protes kepada KPU dan Bawaslu terkait pernyataan Jokowi itu.

Staf Ahli Bidang Media Kemenko Maritim, Ezki Suyanto, mencoba mengklarifikasi situasi yang terjadi pada malam itu. Lewat akun Twitternya, ia menanggapi video kericuhan yang turut disebarkan Andi Arief.

“Gue tabayyun ke banyak pihak. Kejadian sebenarnya setelah @jokowi bicara soal kepemilikan tanah kemudian break, tiba-tiba Ferdinand mengampiri KPU dan Tomi Tjokro juga Anisa,” demikian kicauan Ezki lewat akun Twitternya, @ezkisuyanto, Senin (18/2) petang.

Ia lalu melanjutkan pada cuitan berikutnya, “Ferdinand mengatakan kalau KPU dan host telah menyerang pribadi Prabowo. Suasana menjadi riuh kemudian LBP menghampiri untuk menanyakan ada keributan apa. Kemudian LBP ditarik oleh Tim 01 karena urusan KPU dan tim 02.”

“LBP mengatakan saya ingin tahu ada apa dan ingin semua baik-baik sambil kembali ke kursi. Setelah duduk Ferdinand menghampiri LBP kemudian mencium tangan LBP,” cuitan selanjutnya dari Ezki.

Ezki mengonfirmasi cuitannya itu kepada Tribunnews.today. Namun, dia meminta untuk mengklarifikasi langsung ke TKN maupun BPN agar lebih jelas.

“Yang jelas Pak Luhut saat itu cuma bertanya ada apa ini, ada apa ini,” kata Ezki saat dihubungi.

Tags:
author

Author: