Arsul: Sejak Pemilu 2004 PPP Diprediksi Tak Lolos ke DPR, Tapi Tak Terbukti

Tribunnews.today Sekjen PPP Arsul Sani menanggapi hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK) yang memposisikan PPP berada di ambang batas antara lolos-tidak lolos ke DPR. Menurut Arsul, sejak Pemilu tahun 2004 PPP selalu diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen, namun tidak pernah terbukti.

“Setiap akan pemilu, sejak 2004 PPP selalu diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen. Tapi prediksi itu tidak terbukti setidaknya pada 3 kali pemilu terakhir,” kata Arsul kepada detikcom, Sabtu (2/3/2019).

Arsul menambahkan, bagi PPP, hasil survei seperti temuan RTK itu hanya sekedar dijadikan referensi untuk bekerja lebih giat lagi. Dia pun yakin PPP akan kembali melewati ambang batas parlemen.

Sementara itu, survei RTK menemukan ada 53,9% pemilih yang menyatakan sudah punya pilihan partai yang akan dipilih pada pemilu. Masih ada 46,1% pemilih yang masih belum memiliki pilihan partai yang jelas secara terbuka (top of mind), dan diprediksi berpotensi menjadi swing voters dalam Pemilu 2019. Dikatakan Arsul, PPP sudah memiliki strategi sendiri untuk menarik pemilih dari swing voters.

“PPP melakukan ekstensifikasi kegiatan. Jika pada pemilu-pemilu sebelumnya fokus kegiatan-kegiatan PPP lebih pada hal-hal yang masuk dalam bidang keagamaan, maka saat ini PPP moving out of the box dengan menyentuh bidang-bidang kegiatan sosial, seni, olah raga dan lain-lain,” ujar Arsul.

“Kemudian dari sisi kelompok sasaran, maka PPP juga menggarap pemilih milenial untuk terlibat dalam berbagai kefiatan tersebut,” lanjut Arsul.

Hasil survei RTK menempatkan PPP sebagai salah satu parpol yang berada di ambang batas, antara lolos-tidak lolos ke DPR. Survei RTK digelar pada 28 Januari-15 Februari. Respondennya sebanyak 1.610 orang, dengan pengambilan data menggunakan metodologi stratified sampling.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply