PSI Kritik Partai Lama soal 3 Gereja Disegel: Kenapa Bungkam

Tribunnews.today Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkritik partai-partai lama di parlemen yang disebutnya enggan bersikap ketika rumah ibadah ditutup secara paksa.

Grace mencontohkan kasus penyegelan tiga gereja di Jambi, September 2018 lalu. Menurut Grace, saat itu hanya PSI yang bersuara menentang penyegelan tersebut.

“Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel di Jambi karena adanya ancaman dan desakan massa,” kata Grace dalam pidato politik berjudul Beda Kami – PSI – dengan Partai Lain, di Festival 11 di Medan, Sumatra Utara, Senin (11/3).

“Hanya PSI yang mengecam! Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan?” kata Grace menambahkan.

Grace lebih jauh mengklaim bahwa sejarah telah menuliskan takdir PSI akan menjadi pengganggu kenyamanan partai-partai lama. Sebab partai-partai lama masih menggunakan gaya lama dalam berpolitik.

“Kita akan mengganggu tidur siang panjang para politisi yang hanya bekerja lima tahun sekali,” tutur Grace.

Grace juga menyinggung partai-partai lama lebih banyak mengumbar janji. Banyak pekerjaan terabaikan. Para politisi lama ini, menurut Grace, sudah cukup terlalu nyaman tidak melakukan pekerjaan rumahnya.

“PSI bukanlah anak manis yang cuma bilang sudah, sudah? Tuan dan puan yang sudah terlalu nyaman duduk dan lupa tugas politik kalian. Kepada mereka politisi zaman old, pesan saya sudah, sudah cukup,” ujarnya.

Menurut Grace, PSI sebetulnya tidak perlu berdiri jika partai nasionalis mengerjakan pekerjaan rumahnya. Alih-alih bekerja partai-partai lama justru disebut Grace lebih banyak mencetak koruptor.

“Kita rakyat Indonesia bahkan tidak berharap mereka bekerja dengan cara yang hebat atau luar biasa. Kita cuma berharap mereka tidak korupsi, kita cuma berharap partai nasionalis tidak diam, apalagi mendukung perda-perda diskriminatif!

Tak hanya itu, Grace juga menyinggung keberadaan partai-partai lama baik yang ada di koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) maupun yang tergabung di Tim Kampanye Nasional (TKN), yang mendukung terbitnya peraturan yang mengekang kebebasan.

“Kepada partai lain, baik di BPN termasuk juga yang ada dalam koalisi TKN, kami mohon maaf. Meskipun kita berada dalam perahu yang sama, yang akan membawa Pak Jokowi kembali menang tapi bukan berarti kita tidak memiliki perbedaan. PSI sebagaimana Jokowi adalah antitesa dari praktik politik lama,” kata Grace.

Pemilihan legislatif tahun ini berlangsung berbarengan dengan pemilihan presiden. Untuk menembus parlemen, partai termasuk PSI wajib meraih suara 4 persen sesuai syarat ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

PSI berdasarkan survei sejumlah lembaga termasuk partai yang dikategorikan belum aman. Survei Charta Politika yang dirilis ada 6 Januari lalu menempatkan PSI dalam kategori belum aman menembus parlemen. PSI hanya mendapat elektabilitas 1,5 persen.

Sementara survei dari PolMark Indonesia rilis 5 Maret lalu menempatkan PSI bersama Perindo, Hanura, Berkarya, PKPI, dan Garuda sebagai partai yang berpotensi gagal melampaui ambang batas parlemen.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply