Kreator Hoax Surat Suara Pose 2 Jari, TKN: Artinya Jelas Kan?

Tribunnews.today – Terdakwa perkara hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra, mengacungkan salam dua jari sebelum mengikuti sidang. TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menilai pose dua jari Bagus Bawana menunjukkan secara jelas mengenai arah keberpihakannya.

“Artinya jelas kan? Yang bersangkutan bagian dari yang dia perjuangkan!” kata juru bicara TKN Irma Suryani Chaniago, saat dihubungi, Jumat (5/4/2019).

Sementara itu, BPN Prabowo-Sandiaga mengaku menolak dikaitkan dengan terdakwa karena tidak ada kebijakan timses untuk meminta simpatisan atau relawan menyebarkan hoax. Menanggapi itu, Irma mengaku lelah menanggapi BPN karena selalu berkilah.

“Sudahlah.. Capek ngadepin orang-orang yang lempar batu sembunyi tangan… Hit and RUN,” sambungnya.

Sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), terdakwa perkara hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra, mengacungkan salam dua jari. Bagus sebelumnya mengaku siap menjalani sidang.

Dari pantauan detikcom, Bagus tampak duduk di kursi pengunjung sebelum sidang dimulai. Dia kemudian menunjukkan salam dua jari dengan tangan kanannya.

Gaya pose salam dua jari diketahui identik dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Salam dua jari tersebut sering digunakan kubu Prabowo selama kampanye.

Kasus ini berawal dari penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Bagus. Dia diduga membuat hoax ada 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos asal China di Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam hoax yang dia buat pada awal Januari 2019, disebutkan surat suara tercoblos pada bagian yang ada gambar paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Informasi hoax itu dia tuangkan dalam rekaman suara dan tulisan, kemudian dia viralkan di akun Twitter serta WhatsApp Group yang diikutinya.

Di media sosial, Bagus mengidentikkan dirinya dengan pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Dia pun mengaku sebagai Ketua Dewan Koalisi Nasional Prabowo. Namun hal tersebut dibantah Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga.

 

Tags:
author

Author: