Plastik Indomie 19 Tahun Viral, Begini Aksi Menteri Susi

Tribunnews.today – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti rupanya ikut mendengar kabar penemuan sampah plastik bungkus mie instan Indomie di Pantai Sendang Biru di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penemuan ini menjadi viral di media sosial karena diduga telah berusia 19 tahun, namun fisiknya sama sekali belum hancur.

Sampah ini ditemukan oleh seorang netizen bernama Fia dan disebarkan lewat akun twitternya @selfeeani pada Sabtu, 6 April 2019. “Agustus nanti Indonesia akan berumur 74 tahun. Namun, pagi ini saya menemukan bungkus Indomie yang bertuliskan Dirgahayu Indonesia ke-55. Saya merenung sejenak karena perbedaannya 19 tahun. Jadi bungkus ini terombang-ambing di laut sampai hanyut ke bibir pantai selama 19 tahun,” tulis Fia.

Hingga Senin, 8 April 2019, cuitan Fia ini telah di-retweet sebanyak 74.512 kali dan disukai oleh 39.497 orang. Nah, salah satu yang ikut me-retweet adalah Susi yang memiliki pengikut sebanyak 855 ribu orang. Namun tak seperti cuitan lainnya, Susi kali ini tak membubuhinya dengan komentar apapun.

Selain di-retweet oleh banyak netizen, postingan Fia ini juga dikomentari lebih dari 1.300 orang. Sejumlah netizen menunjukkan respons masing-masing. Salah satunya yaitu akun @ailuropile yang menulis komentar, “Jadi sedih… limbah di laut pasti banyak banget wong ini yang dah 19 tahun aja masih terpelihara.”

Komentar ini pun ditanggapi lagi oleh Fia dengan menulis, “Iya sebanyak itu, ini yang aku temuin juga ada sedotan plastik, bungkus ciki2 sampe filter rokok lho :(.”

Persoalan sampah plastik ini memang tengah menjadi perhatian publik saat ini. Menteri Susi dikenal sebagai salah satu figur publik yang gemar mengkampanyekan bahaya penggunaan plastik, terutama plastik sekali pakai.

Pada Senin 17 Desember 2018, Susi secara terbuka meminta meminta masyarakat segera mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik sehari-hari. Sebabnya, jika tidak segera dihentikan, sampah plastik akan terus mencemari kondisi di darat maupun di laut.

“Plastik jelek seperti kantong plastik ini hancurnya 450 tahun. Kalau tidak segera dihentikan pada tahun 2030 jumlah sampah plastik akan lebih banyak daripada jumlah ikan,” kata Susi saat mengelar konferensi pers mengenai Refleksi 2018 dan Outlook 2019, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

Tak sekali dua kali, Susi pun terus mengkampanyekan persoalan sampah plastik ini kepada masyarakat luar. Terakhir yaitu saat Ia hadir menjadi pembicara dalam pameran Deep and Extreme Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu sore, 6 April 2019. Di sana, Susi meminta para pengusaha pengisi tenant pameran tidak menggunakan plastik saat menjual produknya. “Mestinya semua yang berjualan di sini enggak pakai kantong kresek,” ujar Susi.

Susi lantas mengabsen sejumlah merek penjual produk perlengkapan outdoor ternama seperti Quick Silver dan Rip Curl. Ia menanyai satu per satu para penjaga stan merek populer tersebut apakah mereka masih menyediakan kantong plastik atau tidak saat menjajakan dagangannya.

Lontaran pertanyaan itu disampaikan dari atas panggung sambil menunjuk ke arah stan. “Quick Silver pakai kantong kresek atau tidak? Rip Curl? Jangan pakai kantong kresek. Itulah namanya cinta sejati (dengan laut),” ujar Susi yang disambut tepuk tangan ratusan peserta diskusi.

Susi lantas meminta pihak penyelenggara ekshibisi untuk lebih ketat menetapkan peraturan soal sampah plastik. Ia juga mengimbau, pada pergelaran Deep and Extreme tahun mendatang, tidak boleh ada peserta stan dan penjual produk yang menggunakan sampah plastik. Hal ini merupakan bentuk komitmen masyarakat menjaga lingkungan Indonesia dari sampah plastik.

Menteri Susi pun meminta penyelenggara menerapkan denda bagi para pengisi stan yang menyediakan kantong plastik. Selain mengimbau pemakaian kantong plastik, ia juga meminta para peserta ekshibisi tidak membawa botol air mineral plastik.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply