Pakar Kritik Pemilu Jokowi vs Prabowo Mainkan Politik Identitas

Tribunnews.today – Rakyat Indonesia pada hari ini (17/4/2019) menyalurkan hak pilihnya dalam salah satu pemilihan umum (pemilu) terbesar di dunia. Pemilu kali ini untuk memilih presiden dan wakilnya, anggota DPD serta anggota DPR baik pusat maupun daerah.Khusus pemilihan presiden, kontestan yang bersaing adalah kandidat petahana Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin dan rivalnya, mantan jenderal Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Pemilihan presiden (pilpres) ini seperti mengulang pilpres 2014, di mana kontestan yang bersaing juga Jokowi dengan Prabowo.

Seorang pakar Indonesia dan visiting fellow di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura, Made Supriatma, mengatakan terlepas dari pandangan kedua calon presiden tentang investasi China, keduanya belum menghadirkan platform kebijakan yang sangat berbeda.

Sebaliknya, dia mengkritik bahwa politik identitas dimainkan. “Karena itu, satu-satunya kontras yang dapat mereka tarik adalah dengan menunjukkan kepercayaan agama mereka,” kata Made Supriatma.

“Politik identitas,” katanya lagi.”Front and centre dalam pemilu ini.”

“Pemilu ini adalah ‘kontes ke kanan’…kontes untuk menunjukkan siapa yang lebih Islam konservatif,” paparnya, seperti dikutip BBC.

Jokowi berusaha untuk memenangkan pemilu untuk bisa berkuasa lima tahun lagi. Sedangkan Prabowo berusaha untuk menjadi pemimpin Indonesia untuk pertama kalinya.

Tags:
author

Author: