Fakta-fakta Soal Wanita yang Loncat dari Emporium Mall

Tribunnews.today – Mall Emporium Pluit, Jakarta Utara dibikin geger karena jasad seorang perempuan dengan berlumuran darah di lantai dasar. Berikut adalah fakta-fakta yang diketahui tentang peristiwa itu, sejauh ini.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/5/2019) sekitar pukul 17.45 WIB. Seorang saksi bernama Reinardus menyebut korban jatuh tepat di depan dirinya. Saat itu Reinardus sedang menjaga toko miliknya dan melihat korban sudah tergeletak dengan berlumuran darah.

“Saksi tersebut melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan keadaan terlentang miring ke kiri, kondisi tangan kiri patah, tangan kanan patah, paha kanan patah, rahang bawah retak, pinggul kanan patah,” ujar Kanit Polsek Penjaringan Mustakim ketika dikonfirmasi, Jumat (3/5/2019).

Datang ke mal bersama keluarga

Setelah diselidiki, ternyata CV tidak datang sendiri ke Mall Emporium. CV datang bersama ibunya dan sempat makan bersama sebelum ditemukan tewas tergeletak.

“Sebelum kejadian menurut keterangan saksi ibu korban dan saksi lain bahwa korban, saksi dan keluarga sempat makan-makan di Restoran Pizza Hut Lantai 4, setelah itu korban ijin ke (ibunya) ingin pergi ke kamar mandi,” ucap Mustakim.

Pamit ke toilet tapi loncat dari lantai 4

Ketika makan bersama, CV meminta izin untuk pergi ke toilet. Namun, setelah ditunggu 30 menit, CV tak kunjung kembali. Korban kemudian ditemukan tergeletak di lantai dasar dengan berlumuran darah.

Perempuan berinisial CV itu diduga melompat dari lantai 4. Polisi kemudian datang, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban selanjutnya dibawa ke RSCM untuk dilakukan visum.

Anak pertama, lulusan Australia, sulit cari kerja

Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keluarganya, polisi akhirnya dapat mengungkap dugaan motif lompatnya CV. Korban diduga frustasi karena merasa gagal dikuliahkan di Australia tapi belum mendapat pekerjaan.

“Jadi motif bunuh diri itu tadi itu bahwa setelah dilakukan pemeriksaan orang tuanya bahwa dia kan kuliah di Australia, anak pertama, dikuliahkan di Australia, tapi dia nggak bisa kerja di sana, nggak bisa cari kerja di sana, akhirnya frustrasi karena di Jakarta juga nggak ada kerjaan, jadi dia frustrasi,” katanya.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply