Propaganda Anti-Pemerintah, 2 Aktivis Vietnam Dipenjara

Tribunnews.today – Pengadilan Vietnam melakukan penahanan terhadap dua aktivis dengan tuduhan menyebarkan propaganda anti-pemerintah. Dua aktivis ini bernama Vu Thi Dung dan Nguyen Thi Ngoc Suong.

Mengutip AFP, dua aktivis tersebut dianggap mencoba menyebarkan informasi negatif bahwa bahwa Vietnam dikelola oleh komunis.

Menurut surat kabar Polisi Rakyat, Vu Thi Dung dan Nguyen Thi Ngoc Suong dijatuhi hukuman masing-masing lima dan enam tahun penjara karena mengunggah konten video dan artikel terkait propaganda anti-pemerintah.

Vu dan Nguyen dianggap terbukti menentang undang-undang keamanan siber secara gamblang, di mana pemerintah mendorong perusahaan internet untuk menyerahkan data pengguna dan menghapus konten jika diminta oleh pemerintah Vietnam.

Selain itu, keduanya menyinggung zona ekonomi khusus yang diusulkan pemerintah. Hal itu memicu protes berskala nasional di mana kantor polisi dan kantor pemerintah digeledah paksa oleh massa.

Pemerintah Vietnam telah menerapkan kepemimpinan ‘garis keras’ sejak 2016 silam kepada para pembangkang di negara itu. Setidaknya ada 60 pembangkang ditempatkan di balik jeruji besi tahun 2018 lalu.

Sebelumnya, seorang aktivis Vietnam yang juga mengkritik zona ekonomi khusus dan undang-undang keamanan siber dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada Maret lalu. Langkah pemerintah itu dianggap sebagai tindakan penyalahgunaan kebebasan demokrasi.

Menyoal undang-undang keamanan siber, sejumlah kritikus menganggap kebijakan itu digunakan menentang terjadinya perbedaan pendapat secara daring.

Draf undang-undang zona ekonomi khusus juga memicu keributan karena sebagian besar masyarakat Vietnam percaya bahwa hal itu bakal memberikan peluang besar untuk para perusahaan-perusahaan asal China menaruh investasi di negaranya.

Selain itu beredar kabar bahwa para pejabat Vietnam menunda pengesahan undang-undang zona ekonomi khusus itu, menyusul gelombang protes yang menghantam ibu kota Hanoi dan pusat bisnis di kota Ho Chi Minh.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply