Massa Ratu Adil Geruduk Bawaslu Jatim Tuntut Jokowi-Ma’ruf Didiskualifiaksi

Tribunnews.today – Puluhan orang mengatasnamakan Ratu Adil (Rakyat Bersatu untuk Pemilu Jujur dan adil) menggelar aksi damai di kantor Bawaslu Jawa Timur. Aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan hasil pemilu yang dinilai penuh kecurangan dan kejanggalan.

Dengan membawa bendera merah putih, ikat kepala hitam bertuliskan kalimat tauhid dan pakaian putih-putih, massa menggelar berbagai spanduk dan poster yang berisi 9 tuntutan petisi Ratu Adil yang ditandatangani massa.

Adapun beberapa tuntutan petisi itu adalah “Hentikan situng KPU yang menyebarkan berita hoax akibat akibat angka input yang salah dan kesengajaan,” “Bentuk TPF kematian petugas pemilu dan kibarkan bendera setengah tiang Indonesia berduka”.

Ada juga poster bertuliskan, “Hentikan kriminalisasi ulama dan para tokoh masyarakat, hak berpendapat bukan kesalahan,” dan Diskualifikasi capres yang mempergunakan fasilitas negara dan menguntungkan dirinya”.

Koordinator aksi Gus Sofi mengatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari keprihatinan terhadap proses dan hasil Pemilu. Ia menilai bahwa Pemilu tahun 2019 adalah paling bobrok sepanjang sejarah.

“Aksi ini didasari atas keprihatinan terhadap pemilu 2019. Kami menilai, bahwa rakyat Surabaya dan Jatim umumnya bila pada tahun ini adalah pemilu paling bobrok, pemilu yang paling rancu, pemilu yang penuh dengan kebohongan, pemilu yang penuh dengan tipu muslihat,” kata Koordinator aksi Gus Sofi, di depan Kantor Bawaslu Jatim Jalan Tanggulangin, Surabaya, Rabu, (15/5/2019).

Pantauan detikcom, setelah beberapa jam menggelar orasi secara bergantian, sejumlah perwakilan Ratu Adil kemudian diterima oleh Bawaslu Jatim. Total ada 10 orang yang yang ditunjuk untuk menemui Bawaslu. Tak hanya itu, mereka juga menyerahkan banner petisi yang telah ditandatangani.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply