Terlalu Berani Melawan Kebijakan Kepala Sekolah, Siswa Berprestasi Anak Petani Ini Tak Lulus Ujian

 

Tribunnews.today – Cerita seorang siswa yang tak lulus gegara melakukan ini kepada kepala sekolah viral di dunia maya.

Tidak diluluskan dari sekolahnya, seorang siswa SMA di Lombok ini terpaksa menelan pil pahit.

Siswa SMA di Lombok yang bernama Aldi Irpan ini tak diluluskan karena melawan kehendak kepala sekolahnya.

Bukan perihal nilai ujian yang kurang atau kelakuan yang tidak baik.

Ironi, tak diluluskan oleh kepala sekolahnya, padahal Aldi Irpan adalah seorang siswa SMA di Lombok yang berprestasi.

Pemberitaan menyebutkan bahwa Aldi Irpan justru adalah seorang siswa berprestasi.

Nilai ujiannya bahkan tercatat menduduki rangking 2 dengan total nilai 192.

Aldi Irpan sendiri adalah seorang siswa kelas XII jurusan IPA di SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Aldi Irpan dinyatakan tidak lulus saat pengumuman nilai ujian pada Senin (13/5/2019) lalu.

Alasan ketidak lulusan Ardi Irpan ini bisa dibilang begitu memprihatinkan.

Status Facebook Aldi Irpan yang dipermasalahkan.
Bagaimana tidak, Aldi Irpan dinyatakan tidak lulus hanya karena berani melawan kebijakan kepala sekolah.

Lewat pernyataannya melalui sambungan telepon, Aldi Irpan dianggap tidak menurut dengan peraturan yang digalakkan oleh kepala sekolahnya.

“Saya tidak lulus, karena dianggap terlalu berani melawan kebijakan kepala sekolah.”

“Saya dianggap tidak menurut.”

“Itu alasan kepala sekolah tidak meluluskan saya,” kata Aldi Irpan pada Kamis (16/5/2019) melalui sambungan telepon.

Kejadian bermula pada 22 Januari 2019 lalu saat Aldi Irpan membela temannya yang dinyatakan melanggar peraturan sekolah.

Bukan karena bertindak badung, temannya ini hanya mengenakan jaket di lingkungan sekolah lantaran cuaca di Sembalun yang terletak di kaki Gunung Rinjani begitu dingin.

Kedinginan, teman Aldi Irpan yang bernama Holikul Amin tetap nekat mengenakan jaket dan malah kena lempar bak sampah oleh kepala sekolah karena dianggap tak mau menurut.

Surat pengumuman hasil ujian nasional milik Aldi Irpan yang beredar di Facebook.
“Padahal ketika itu kawan saya sudah lepas jaketnya di parkiran sekolah, malah dipukul dan dilempar bak sampah,” lanjut Aldi Irpan.

Tak cuma soal masalah jaket saja, Aldi Irpan mengatakan ia sudah beberapa kali melawan kebijakan kepala sekolah yang dinilai tak adil.

Ia melakukannya semata-mata demi teman-temannya sendiri.

Aldi Irpan juga pernah malayangkan protes kepada pihak sekolahnya karena banyak siswa yang dipulangkan gara-gara terlambat masuk.

Padahal, di tengah cuaca musim hujan, kondisi jalanan di Sembalun tertimbun longsor sehingga menyebabkan lalu lintas terhambat.

Dampaknya, Aldi Irpan dan sejumlah temannya justru dipanggil ke ruang kepala sekolah gara-gara status Facebook ini.

Bukannya diapresiasi, Aldi Irpan malah diperintahkan untuk pindah sekolah atau kalau tidak ia diancam tak bakal diluluskan saat ujian akhir nanti.

Bukan cuma itu, Aldi Irpan juga pernah dipulangkan gara-gara memakai pakaian yang tak sesuai ketentuan lantaran seragam sekolahnya basah.

Peristiwa ini terjadi saat try out yang diselenggarakan pada 6 Mei 2019.

Karena menolak pulang, Aldi Irpan bahkan sampai disidang di sebuah rapat yang membahas soal pemecatan dirinya dari sekolah.

Aldi Irpan dan kedua orangtuanya sempat beritikad baik meminta maaf dengan berkunjung ke rumah kepala sekolah.

Alih-alih diterima dengan baik, kepala sekolahnya justru tak menerima permintaan maaf tersebut lantaran dilakukan pada hari Minggu bukan hari kerja.

Orangtua Aldi Irpan yang merupakan petani lantas merasa sedih.

Dan benar saja, di pengumuman kelulusan yang diterima, Aldi Irpan dinyatakan tidak lulus ujian.

Menindak lanjuti kasus ini, Kompas.com menyebutkan bahwa pihak Dinas Pendidikan NTB akan segera memanggil Kepala SMAN 1 Sembalun.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply