Satu Keluarga Pemudik Motor Tabrak Mobil Boks di Jombang, 1 Tewas

Tribunnews.today – Satu keluarga pemudik dari Surabaya tujuan Blitar terlibat kecelakaan di jalur arteri Jombang. Akibat berkendara saat mengantuk, motor yang mereka tumpangi menabrak mobil boks. Kecelakaan ini mengakibatkan 1 orang tewas, sedangkan 4 lainnya terluka.

Satu keluarga pemudik asal Surabaya itu mengendarai motor Honda Supra nopol AG 5549 MS. Terdiri dari pasangan suami-istri Samsul Hadi (41) dan Novita Rahayu (35), serta anak mereka Al Hafiz (6). Satu keluarga ini tinggal di Jojoran 3, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

“Mereka ini satu keluarga dari Surabaya. Kalau melihat pelat nomor kendaraannya, mereka akan mudik ke Blitar,” kata Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana saat dihubungi, Senin (3/6/2019).

Motor yang dikemudikan Samsul melaju di jalur arteri dari arah timur ke barat, atau dari Jombang kota menuju ke Kertosono, Nganjuk. Sampai di Jalan Raya Desa/Kecamatan Perak sekitar pukul 02.30 WIB, sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga ini mendadak oleng ke kanan sehingga masuk jalur berlawanan.

Nahas, saat bersamaan melaju mobil boks Mitsubishi L 300 nopol L 9728 AC dari arah berlawanan, atau dari arah Nganjuk menuju ke Jombang kota. Motor pun menabrak moncong tepat bagian tengah mobil boks yang dikemudikan Muhammad Ainun Haryadianto (27), warga Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

“Kecelakaan ini dipicu pengemudi sepeda motor yang berkendara dalam kondisi mengantuk. Sehingga motor tiba-tiba mengarah ke kanan,” ungkap Inggal.

Tabrakan frontal itu mengakibatkan sepeda motor Honda Supra rusak parah bagian depannya. Sementara bagian depan mobil boks ringsek tepat di tengahnya. Kedua kendaraan telah dievakuasi ke markas Satlantas Polres Jombang.

Selain itu, kecelakaan ini juga menyebabkan pengemudi motor, Samsul tewas di lokasi. Sementara istri dan anaknya terluka. Sopir dan kenek mobil boks juga mengalami luka-luka.

“Para korban luka dan meninggal telah kami evakuasi ke RSUD Jombang,” terang Inggal.

Kecelakaan maut ini, menurut Inggal, bisa menjadi pelajaran bagi para pemudik lainnya. Dia mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan berkendara saat sedang mengantuk maupun lelah.

“Apabila mengantuk jangan dipaksakan untuk berkendara. Silakan menepi di pos pelayanan atau pos pengamanan yang ada, atau di rest area yang disediakan di sepanjang jalan untuk istirahat,” tandasnya.

Berikut 4 korban luka dalam kecelakaan ini:

1. Novita Rahayu (35), penumpang motor warga Jojoran 3, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya

2. Al Hafiz (6), penumpang motor warga Jojoran 3, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya

3. Muhammad Ainun Haryadianto (27), sopir mobil boks warga Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya

4. Nur Hafirudin (25), kenek mobil boks warga Jalan Manukan Thohirin, Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply