Hari Terakhir Libur Lebaran, Pengunjung Antusias Duduki Punggung Buaya di Asam Kumbang Medan

Tribunnews.today , Medan – Hari libur panjang Lebaran 2019 segera berakhir, namun masyarakat masih memadati kawasan Taman Buaya Buaya Asam Kumbang yang terletak di Jl. bunga Raya, Medan Selayang, Minggu (9/6/2019).

Tampak ratusan warga masih antusias mendatangi pengangkaran buaya terbesar di Asia Tenggara ini.

Pihak penangkaran tampak memberikan wahana baru selain warga bisa melihat buaya 2.500 buaya yang ada di penangkaran yang dibatasi jeruji besi.
Warga juga bisa bermain dengan buaya putih yang sudah jinak yang disiapkan pihak penangkaran untuk para anak-anak yang datang bisa bermain.

Tampak pantauan Tribun, puluhan anak-anak antusias bermain bersama buaya putih tersebut bahkan duduk di atas buaya.

Buaya tersebut tampak tenang dan tak terganggu ketika anak-anak bermain di punggungnya. Namun ada beberapa anak-anak yang tampak ketakutan bahkan menangis saat memegang kulit buaya yang begitu keras.

Selain itu, para pengunjung juga bisa memberikan makan para buaya dengan melempar daging-daging segar ke arah sungai. Serta warga bisa berswafoto bersama para buaya.

Hanya dengan bermodalkan tiket masuk Rp. 10,000 yang terbilang cukup murah para pengunjung bisa menikmati bagaimana hewan reptil hidup di habitatnya yaitu danau buatan yang dibuat sebagai tempat penangkaran.

Seorang pengunjung Purnadi (48) mengaku bahwa alasan dirinya membawa istri dan dua anaknya karena ingin memberikan edukasi kepada keluarganya bahwa buaya itu binatang yang tidak menyeramkan.

“Supaya anak-anak ini tahu mana itu buaya, supaya anak-anak juga tidak takut sama buaya. Karena kita tahu anak-anak ini sudah kedeluanan takut sama buaya melihat di TV. Jadi saya bisa mengenalkan kalau buaya itu tidak menakutkan. Dan pembelajaran di dunia satwa liar,” tutur pengunjung asal Titikuning, Medan.

Ia juga bahkan juga mengajak anak-anaknya untuk menaiki buaya putih dan memegang buaya-buaya yang sudah jinak tersebut.

“Senang bisa bawa anak-anak, tadi memang mereka sempat takut, tapi akhirnya setelah saya yakinkan anak-anak berani. Terus mereka juga jadi terbiasa,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Ibu Hayati yang berasal dari Binjai mengaku bahwa pertama kalinya bisa mendatangi Taman Asam Kumbang.

“Ini baru pertama, senang sekali bisa bawa anak-anak kemari. Apalagi juga mereka belum pernah melihat buaya langsung. Mereka sangat takut tadi jadi kami hanya melihat-lihat saja tadi,” bebernya.

Selain reptil buaya, para pengunjung juga bisa melihat satwa lainnya seperti puluhan ular, dan burung bangau yang bertengger di pepohonan dekat danau buatan.

Seperti diketahui, Taman Asam Kumbang ini dibuat pada tahun 1959 tepatnya 60 tahun yang lalu yang diinisiasi oleh seorang tiongkok Lo Tham Mulk.

Untuk memenuhi makanan dari sekitar 2500 buaya tersebut pengelola biasanya menghabiskan hingga satu ton bebek dan ayam. Dimana bebek dan ayam tersebut juga dipelihara di lokasi penangkaran.

Bahkan terdapat beberapa buaya yang telah berumur sekitar 40 tahun lebih dan masih hidup hingga saat ini.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply