Kisah Haru Pengantin Laksanakan Ijab Kabul di Samping Jenazah Ibu

Tribunnews.today – Momen ijab kabul pernikahan pengantin yang dilaksanakan di samping jenazah sang ibu viral di media sosial. Kisah ini menjadi viral setelah dibagikan pemilik Facebook Desliwanti, Jumat (12/7).

Dalam unggahan sebelumnya, Desliwanti mengunggah kabar bahwa ibu salah satu mempelai terbaring di Siloam Sriwijaya Hospital. Namun, pada Jumat lalu, perempuan yang diketahui bernama Refni itu mengembuskan napas terakhir. Refni pergi untuk selamanya pada hari bahagia pernikahan anaknya, tiga jam sebelum acara dimulai.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Duka di tengah pesta. Telah berpulang ke rahmatullah Kakak kami Hj. Refni. Jum’at 08.25 di Palembang. Moga husnul khotimah,” tulis Desliwanti, seperti dikutip dari Facebook-nya, Rabu (17/7).

Jenazah kemudian dibawa ke tempat berlangsungnya pernikahan sang anak. Momen bahagia itu menjadi berkabung. Namun demikian, prosesi pernikahan tetap dilaksanakan. Pengantin terpaksa melakukan ijab kabul di samping jenazah sang ibu salah satu mempelai.

“Ijab qabul di samping jenazah ummi tercinta. Bahagia dengan deraian air mata. Semoga tabah dan bahagia Nak,” tulis Desliwanti.

Setelah dinyatakan sah sebagai pasangan suami-istri, pengantin ini juga tampak mencium kening jenazah ibu sebelum dikebumikan.

Momen haru pernikahan tersebut kemudian menjadi viral sejak diunggah beberapa waktu lalu. Hingga kini, unggahan tersebut sudah dibagikan lebih dari 4.500 kali. Banyak warganet yang turut menyampaikan doa dan simpatinya untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga Pak Ramel tabah dan sabar bersama keluarga besar yang ditinggalkan. Almarhumah juga semoga diberi tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Untuk adinda yang jadi pengantin baru semoga jadi keluarga yang samawa,” tulis Risma Wati.

“Ya Allah tabahkanlah hati seluruh keluarga yang ditinggalkan ya Allah. Teruma pengantin yang berbahagia diganti dengan deraian air mata,” lanjut akun Pasaman Barat Chanel.

Namun demikian, ada juga warganet yang menyayangkan acara tersebut tetap berlangsung di tengah duka. Menurutnya, alangkah lebih baik jika ijab kabul tersebut ditunda dan mendahulukan prosesi pemakaman sang ibu.

“Sebagai anak dan jika di posisi seperti itu mungkin aku bakal tunda acara. Gak peduli seberapa penting undangan yang datang. Demi dunia yang bisa aja ditunda kok mesti diamin mayit ibu smpai selesai ijab,” timpal Maman Firmansyah.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply