Kasus Anjing Belgian Malinois, Insting Pembunuh Atau Salah Pola Asuh?

Tribunnews.today , Jakarta – Jumat pekan lalu menjadi sebuah petaka bagi presenter Bima Aryo. Bagaimana tidak, jelang hari kebahagiannya yaitu pernikahan, Bima justru terkena musibah. Anjing peliharaannya jenis Belgian Malinois menggigit Yayan, pembantu rumah tangga (ART) di kediamannya Cipayung, Jakarta Timur.

Kejadian petaka ini dimulai saat Yayan menemani istri majikannya membuka kandang anjing di rumahnya yang memiliki luas lahan 1000 hektar. Namun saat pintu kandang dibuka, anjing tersebut justru menyerang Yayan secara tiba-tiba. Akibatnya, luka robek yang menganga di bagian leher, luka di antara ketiak dengan payudara, punggung, dan seluruh perut penuh cakaran membuat Yayan kehilangan nyawa saat dilarikan ke rumah sakit.

Menurut warga sekitar, terdengar teriakan Yayan saat diserang anjing jenis Belgian Malinois tersebut. Menurut Bima selaku pemilik, di rumahnya ada dua jenis anjing yang sama yaitu bernama Sparta dan Anubis. Hanya saja belum bisa dipastikan siapa yang menyerang Yayan.

Akibat musibah ini, bima akhirnya mengizinkan kedua anjing Belgian Malinois dan satu anjing kecil miliknya dibawa oleh sudin KPKP Jakarta Timur untuk dikarantina. Kesepakatan damai pun antara keluarga korban dan pemilik anjing terjadi. Kapolsek Cipayung, kompol Rasyid menyebutkan jika pemilik anjing dan majikan memberikan uang santunan sebesar Rp 60 juta kepada keluarga korban. Melalui penuturan kerabat Bima Aryo, Haikal, Bima juga bertanggungjawab penuh atas keluarga Yayan. Disebutkan Bima siap memenuhi kebutuhan dan menafkahi keluarga korban sebagai bentuk penyesalan atas tragedi tersebut.

Kejadian ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya menurut warga jalan Langgar RT 04 RW 04 Cipayung, Jakarta Timur, anjing Belgian Malinois ini pernah beberapa kali menyerang warga dalam setahun belakangan. Medih, Ketua RT04 RW04 Cilangkap, Kecamatan Cipayung, menyatakan bahwa beberapa bulan lalu anjing Bima itu pernah terlepas hingga masuk ke lingkungan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang dihuni puluhan siswa. Menurut Anwar selaku warga,menyatakan Bima memiliki dua jenis anjing Malinois Belgian yang diberi nama Sparta dan Doby. Menurut dia, salah satu dari dua anjing itu bahkan sudah tiga kali menyerang warga pada 2019 ini.

“Pernah juga seorang tukang tebang pohon di rumahnya diserang. Tapi tidak sampai meninggal. Ada juga ibu-ibu yang pernah diserang,” katanya.

Sekedar informasi, di lain sisi anjing memang sahabat manusia. Hanya saja jika pola didik dan asuh yang salah, anjing bisa berbahaya. Gigitan seekor anjing itu akan menyebabkan rasa sakit, cedera, atau kerusakan saraf. Selain itu, gigitan anjing juga bisa membuat seseorang terinfeksi sehingga berisiko terkena penyakit dalam hingga kematian.

Bicara soal pola asuh dan cara mendidik, sebenarnya gak berlaku pada manusia saja. Tetapi pada hewan peliharaan juga. Bahkan ada yang mengatakan, ganas atau tidaknya hewan peliharaan anjing itu tergantung bagaimana majikan melatihnya.

Berangkat dari kejadian Bima Aryo dimana anjingnya berjenis Belgian Malinois menewaskan seorang pembantu sekaligus gemar menggigit warga sekitarnya, itu dikarenakan salahnya pola asuh sang majikan. Menurut Karin Franken salah satu pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN), anjing jenis Belgian Malinois tidak akan menyerang manusia kalau diasuh dengan tepat.

“Sebenarnya mereka (Belgian Malinois) itu baik banget. Mereka punya banyak sekali energi. Pemilik yang harus tahu apa yang dibutuhkan. Termasuk latihan yang positif,” ujarnya di Jakarta, Selasa 3 September 2019.”Mereka harus bisa dikontrol pemiliknya. Mereka harus jadi anjing yang sosial agar diterima di publik,” tambahnya.

Tambahan dari Karin, anjing Belgian Malinois adalah hewan bertenaga kuat yang identik sekali sebagai hewan pemburu. Dia pun menduga pola asuh yang dilakukan Bima lebih mirip dengan anjing polisi yang bertujuan untuk melindungi.Bedanya anjing milik kepolisian dikontrol dengan baik, sedangkan Belgian Malinois punya Bima gak punya kontrol emosi yang berujung agresif dan suka menyerang.

Gak hanya dari Karin saja, bahkan dari beberapa penggemar anjing lainnya juga berpendapat yang sama. Mereka beranggapan jika terjadi cara pola asuh yang salah kepada Sparta dan Anubis ini.

Namun menurut Psychology Today, bahwa gigitan anjing yang tidak terduga jarang terjadi, kecuali tanpa alasan. Selain karena sakit, semua serangan atau gigitan anjing terjadi karena adanya provokasi. Kejadian anjing mengigit manusia hingga tewas di Indonesia sebenarnya bukanlah yang pertama.

Beberapa waktu lalu juga ada kasus Tahun 2017 lalu bocah berusia 8 tahun bernama Ramisya Bazigha di Malang meninggal dunia akibat digigit anjing jenis pitbull classic di bagian lehernya. Anjing itu merupakan peliharaan orangtuanya. Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, mengatakan, kondisi rumah ketika itu sedang sepi. Hanya ada korban bersama neneknya, Sri Hartatik. Tidak lama setelahnya, nenek korban yang tengah menjalankan ibadah shalat mendengar jeritan. Setelah keluar, anjing yang dalam kondisi terikat tengah mengigit leher korban.

Tahun 2008 juga pernah terjadi kasus serupa tepatnya di wilayang Cengkareng Jakarta Barat. Seorang bocah perempuan berusia 1,5 tahun tewas akibat digigit oleh seekor anjing Rottweiler. Padahal, sang pembantu sudah terbiasa akrab dengan anjing majikannya tersebut. Hanya saja, Rottweiler di rumah itu baru sekali melihat anak perempuan sang pembantu.

Belgian Malinois termasuk keluarga anjing gembala. ras anjing malinois belgian ini dikenal juga sebagai anjing gembala Belgia.Di pasaran, harga anjing ini memiliki nilai jual yang mahal.Paling mahal, harganya bisa mencapai 18 juta hingga Rp 20 juta.Harga tersebut untuk jenis anjing belgian malinois yang memiliki kualitas yang bagus.

Selain itu menurut Kepala Kepolisian Sektor Cipayung, Jakarta Timur yaitu Komisaris Rasyid, anjing milik Bima sebenarnya mirip dengan German Shepherd dan termasuk anjing terpintar di dunia. German Shpeherd, menurut para pecinta anjing merupakan salah satu jenis paling pintar. Anjing ini bisa dilatih mengenali objek lewat indra penciuman dan penglihatan, gak heran banyak polisi menggunakannya.

Bahkan sebenarnya anjing jenis ini bisa mengenali pemiliknya atau orang yang sering berinteraksi dengannya.  Biasanya sih kasih sayang dan insting anjing ini untuk melindungi cukup tinggi, terutama kepada orang yang mereka sayangi jika memang dilatih dengan baik. Akan tetapi, keadaan akan terbalik jika sang pemilik tidak bisa melatih dan merawatnya dengan benar. Soalnya jenis anjing ini punya tingkat agresifitas yang cukup tinggi.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply