Baghdadi Tewas, Iran: Bukan Akhir dari Perang Melawan Terorisme ISIS

Tribunnews,today , Teheran – Pemerintah Iran menyatakan bahwa kematian pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi bukan berarti akhir dari perang melawan kelompok radikal tersebut ataupun ideologinya.

“Kematian Baghdadi bukan akhir dari memerangi terorisme Daesh (nama lain untuk ISIS) namun hanya akhir sebuah babak,” kata juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, Senin (28/10/2019).

“Terorisme ISIS masih tumbuh dan nyata. Tumbuh melalui kebijakan-kebijakan Amerika dan petrodolar regional, dan nyata dalam ideologi takfiri (ekstremis muslim Sunni). Ketiga sumber ini harus dipadamkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (27/10) waktu setempat mengumumkan kematian Baghdadi dalam serangan militer di malam hari yang dilakukan pasukan khusus AS di pinggiran desa Barisha di provinsi Idlib, Suriah.

Trump mengatakan bahwa pasukan AS menewaskan “sejumlah besar” militan ISIS dalam serangan yang menyebabkan Baghdadi terpojok dalam sebuah terowongan. Di terowongan itu, pemimpin ISIS tersebut meledakkan rompi bom bunuh dirinya.

Menurut Trump, serangan itu terlaksana berkat bantuan dari Rusia, Suriah, Turki dan Irak.

Semasa hidup, Baghdadi dijuluki ‘Hantu’ karena memimpin ISIS tanpa banyak muncul ke publik.

Senin (28/10/2019), Baghdadi mengawasi kejayaan dan runtuhnya ISIS dalam beberapa tahun terakhir dari lokasi rahasia, yang seringkali disebut berpindah-pindah demi menghindari pengejaran otoritas terkait.

Usai menetapkan dirinya sebagai ‘Khalifah’ tahun 2014 lalu, Baghdadi memimpin lebih dari 7 juta orang di berbagai wilayah strategis Suriah dan Irak. Deklarasi kekhalifahan ISIS yang disampaikannya dari Masjid Al-Nuri di Mosul, Irak saat itu diikuti oleh gelombang aksi kekerasan yang menewaskan ribuan warga sipil, mengusir jutaan orang dari tempat tinggal mereka dan menarik kekuatan-kekuatan dunia untuk terlibat dalam konflik regional.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply