Bryan Russell, Calon Anggota Parlemen yang Menderita Down Syndrome

Tribunnews.today , Peru – Bryan Russell menarik perhatian warga Peru. Pasalnya pria ini menjadi orang down syndrome pertama yang mencalonkan diri menjadi anggota parlemen di Peru.

Lewat dukungan dari kedua orangtuanya, Pria yang menempuh pendidikan komunikasi di Peruvian San Ignacio De Loyola University ini akan terus menyuarakan aspirasinya untuk kepentingan masyarakat Peru, khususnya bagi orang-rang yang berkebutuhan khusus agar dapat mengembangkan diri dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya.

Russell [un telah beberapa kali melakukan kampanye di ruang publik untuk mengenalkan diri dan menjelaskan visi juga misinya jika ia terpilih menjadi anggota parlemen Peru.  Kehadirannya sebagai salah satu kandidat anggota parlemen tersebut menarik perhatian warga Peru. Tak sedikit yang memberi dukungan dan kesempatan bagi Russell untuk melaju ke pemilihan anggota parlemen dinegara tersebut.

Bryan Russell (27) mencalonkan diri menjadi anggota parlemen Peru dalam pemilihan anggota parlemen Peru mendatang. Nama Russell menjadi perbincangan karena dirinya merupakan seorang down syndrome.

Russell disebut sebagai penyandang down syndrome pertama yang mencalonkan diri menjadi anggota parlemen di Peru.

Menurut Global Down Syndrome Foundation, Russell merupakan penyandang down syndrome pertama di dunia yang mencalonkan diri menjadi anggota parlemen.

Keberanian Russell untuk maju dalam kontestasi parlemen di Peru bukan tanpa alasan. Ia membawa sejumah misi, salah satunya untuk meningkatlan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesempatan yang sama bagi para penyandang disabilitas. Selain itu, Pentingnya pengembangan kemampuan melalui pendidikan dan fasilitas penunjang bagi disabilitas juga menjadi salah satu isu penting yang dibawa oleh Russell saat dirinya mencalonkan diri menjadi anggota parlemen Peru.

Russell mengatakan, pilihannya untuk ikut serta dalam kontestasi pemilihan anggota parlemen di Peru ini juga untuk mematahkan paradigma masyarakat yang masih kerap memandang orang dengan down syndrome tak dapat independen dan selalu bergantung dengan orang lain.

Tags:
author

Author: