Lawang Sewu Tak Lagi Seram

Tribunnews.today, Semarang РPesona lawang sewu tak akan pudar di makan zaman. Jauh dari kesan seram, Kita intip dalamnya yuk!

Kota Semarang memiliki banyak gedung peninggalan Belanda. Mesti sudah berumur ratusan tahun, namun kondisinya masih tetap megah dan mempesona. Salah satu bangunan kuno yang menjadi ikon Semarang, tentu saja kita sepakat menyebut Lawang Sewu.

Secara bahasa, Lawang Sewu diartikan sebagai Pintu Seribu karena banyaknya jumlah pintu yang ada di gedung ini. Walaupun menurut berbagai referensi, jumlah pintunya bahkan tidak ada sejumlah 1.000

Untuk memasuki Lawang Sewu, tiap pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp 10.000 dan jika menggunakan guide maka akan dikenakan biaya sebesar Rp 75.000.

Pada masa lalu, gedung Lawang Sewu dikenal sebagai bangunan yang angker dan penuh dengan nuansa mistik. Namun saat saya ke sana, tidak terasa sama sekali perasaan aneh, walaupun saya datang beberapa saat jelang Maghrib. Bahkan di Lawang Sewu terdapat musholla yang cukup nyaman.

Pada lantai 1, dipergunakan untuk pameran sejarah kereta api Indonesia dari masa ke masa. Selain deretan foto kuno dan infografis, bahkan ada beberapa peralatan yang dipergunakan dalam bidang per kereta apian pada jaman dulu.

Menginjak lantai 2, memang terasa begitu kosong, namun justru banyak terdapat spot foto yang instagenic di tempat ini.

Jika fisik kamu cukup kuat, kita bisa menjelajahi sampai lantai 3, yang berupa semacam bangunan loteng yang cukup luas.

Saat malam memang pencahayaan tidak sebaik saat siang hari, oleh karena itu pastikan kamu mengambil foto pada sudut dan pencahayaan yang tepat.

Walaupun nuansa Lawang Sewu tidak lagi mistis, tapi ada baiknya saat berkunjung ke gedung ini kamu tetap menjaga sikap dan jangan berkata atau bercanda yang berlebihan, agar bisa dihindari hal-hal yang tidak diinginkan saat eksplore Lawang Sewu.

Rate this article!
Tags:
author

Author: