Penanggung Jawab WO Gunakan Uang Korban untuk Beli Rumah Rp 1 Miliar

Tribunnews.today , Depok – Anwar, penanggung jawab wedding organizer (WO) di Depok menggelapkan uang sejumlah pengantin yang menjadi kliennya. Polisi menyebut Anwar menggunakan uang para korban untuk keperluan pribadi, salah satunya membeli rumah senilai Rp 1 miliar.

“Uangnya itu dia gunakan untuk membeli rumah senilai Rp 1 miliar, tetapi dia baru membayar DP (down payment) sebesar Rp 300 juta,” kata Kapolresta Depok Kombes Azis Andriansyah , Kamis (6/2/2020).

Azis mengungkap, Anwar membeli rumah mewah yang berlokasi di kawasan Pancoranmas, Depok. Dia membeli rumah itu secara kredit.

“Kalau rumah cicilannya itu sekitar Rp 7-8 juta per bulan,” imbuhnya.

Selain membeli rumah, Anwar juga menggunakan uang itu untuk membeli 3 unit mobil. Cicilan untuk 3 unit mobil itu mencapai Rp 15 juta per bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anwar ditangkap setelah polisi menerima laporan dari sejumlah korban yang tertipu. Total ada 37 korban yang tertipu Anwar.

Modus yang dilakukan penipu adalah menawarkan jasa WO melalui media sosial dan brosur dengan harga murah, yaitu Rp 50 juta, Rp 60 juta, hingga Rp 100 juta. Kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan, bahkan ada yang sampai tidak terlaksana.

Salah satu korban, I, melaporkan dia sudah membayar lunas untuk acara resepsi pernikahan pada 2 Februari 2020. Korban membayar Rp 50 juta untuk paket hemat lengkap, dari katering, prewedding, dekor, hingga gedung. Namun pada hari H, paket tidak sesuai dengan yang dijanjikan dan katering tidak dikirim sehingga korban merasa malu kepada tamu undangan. Pelaku tidak aktif saat dihubungi.

Dari situ, polisi menangkap pelaku atas nama Anwar sebagai penanggung jawab WO bernama Panda Manda, yang beralamat di Mampang, Pancoran Mas, Depok. Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa 1 bundel bukti-bukti transfer pembayaran, 1 bundel album foto prewedding, perangkat alat kantor, 3 buah kartu ATM Bank Mandiri, BRI, dan BCA, serta 1 bundel printout rekening pembayaran para korban.

Anwar kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 378 juncto 372 KUHP soal Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan.

Tags:
author

Author: